« Bicara | Main | I miss you…and it hurts me »

April 06, 2008

Dewasa adalah tanggung jawab

Malam minggu aku menonton salah satu episode dari serial Grey’s Anatomy di sebuah stasiun TV swasta. Dr. Grey membuka episode itu dengan mengatakan seperti ini :
Remember when you were a kid and your biggest worry was like... if you'd get a bike for your birthday or if you'd get to eat cookies for breakfast. Being an adult: TOTALLY overrated. I mean seriously, don't be fooled by the hot shoes and great sex and no parents anywhere telling you what to do. Being an adult is responsibility. Responsibility really does suck. Really, REALLY sucks. Adults have to be places and do things and earn a living and pay the rent. And if you're training to be a surgeon, holding a human heart in your hands... Hello! Talk about responsibility! Kinda makes bikes and cookies look really really good, doesn't it? The scariest part about responsibility... When you skrew up and let it slip right through your fingers. Responsibility. It really does suck. Unfortunately once you get past the age of braces and training bras, responsibility doesn't go away. It can't be avoided. Either someone makes us face it or we suffer the consequences. And still, adulthood has its perks. I mean the shoes, the sex, the no parents anywhere telling you what to do... That's pretty damn good.”.

Wow...Apakah tanggung jawab benar-benar menyebalkan? Sepertinya memang iya. Tidak jarang orang akhirnya lari dari tanggung jawab setelah menyerah dengan tanggung jawab itu. Padahal orang yang “lari” itu telah mengaku sebagai orang dewasa.

Aku sendiri merasakan tanggung jawab itu menyebalkan. Tanggung jawab lahir dari pilihan-pilihan yang telah aku pilih. Pada saat tanggung jawab terasa menyebalkan, aku tergoda untuk berpikir kembali betapa cerobohnya aku memilih pilihan ini. Seandainya dulu aku mengambil pilihan lainnya mungkin tidak seperti ini. Ya...pada saat tanggung jawab terasa menyebalkan, yang lahir kemudian adalah perasaan menyesal.

Pernah suatu waktu aku berpikir, mungkin aku sebenarnya tidak cocok menjadi seorang peneliti. Aku orang yang ceroboh, sering ingin bertindak cepat seakan waktuku sangat sedikit. Apa yang ada di pikiranku sering aku keluarkan dengan mentah...dan setelah itu aku baru berpikir akan dampak dari keputusanku. Dan sudah beberapa kali aku “termakan” oleh ucapanku sendiri (walaupun aku menenangkan diriku kembali dengan mengatakan hidup itu penuh perubahan).

Dan di saat itu juga akan terlintas pertanyaan, seperti yang terlintas di benak Dr. Grey di serial tersebut : “Kapan kita akan berhenti dewasa? ”. Mungkin maksudnya adalah pada saat kita berhenti menjadi dewasa, maka tanggung jawab yang menyebalkan itu juga akan berhenti. Tapi sayangnya, kedewasaan tidak akan berhenti sampai ajal menemui kita.

Sekarang pilihannya adalah menjalani kedewasaan dan tanggung jawabnya. Kemudian mencoba membuka mata (hati) lebih lebar, dan melihat kedewasaan itu dari sisi yang berbeda. Mungkin tanggung jawab akan terlihat menyenangkan.

Responsibility, it really does suck. Unfortunately, once you get past the age of braces and training bras, responsibility doesn't go away. It can't be avoided. Either someone makes us face it or we suffer the consequences. And still adulthood has it perks. I mean the shoes, the sex, the no parents anywhere telling you what to do. That's, pretty damn good .

Quotes are taken from Grey's Anatomy TV series

                            

Comments

semakin besar kekuatan/kemampuan kita, tanggungjawabnya semakin besar pula bukan?

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .


My Photo
Powered by Friendster Blogs

August 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            

rame-rame

  • go green indonesia!
  • Cara Membuat Blog
  • Page copy protected against web site content infringement by Copyscape